Profil Singkat
| Nama | Charles Darwis Hariman |
| Program Studi | Informatika, Universitas Tanjungpura |
| Pendidikan Lanjut | M.Sc. Computer Science, Saarland University, Jerman |
| Posisi Saat Ini | Software Developer, Traxpay GmbH, Frankfurt, Jerman |
Awal Mula: Fondasi yang Dibangun di Untan
Perjalanan Charles Darwis Hariman menuju panggung teknologi global dimulai dari bangku kuliah Program Studi Informatika Universitas Tanjungpura. Di sinilah ia pertama kali mengenal dan jatuh cinta pada dunia pemrograman dan pemecahan masalah.
"Yang saya dapatkan di Informatika Untan bukan sekadar kemampuan menulis kode," kenang Charles. "Lebih dari itu, saya belajar bagaimana berpikir logis dan memecahkan masalah yang kompleks."
Selama masa kuliahnya, Charles sangat mengapresiasi pendekatan pedagogis yang diterapkan oleh para dosen. Bimbingan dan sikap suportif dari staf pengajar membuatnya berani mengeksplorasi ide-ide kreatif, terutama saat mengerjakan tugas akhir. Pengalaman ini menjadi bekal penting yang membentuk kepercayaan dirinya untuk menghadapi tantangan akademis yang lebih besar di kemudian hari.
Melompat ke Jerman: Mengejar Mimpi di Saarland University
Setelah menyelesaikan studi S1, Charles mengambil keputusan berani: melanjutkan pendidikan Master di Saarland University, Jerman. Universitas ini dikenal secara global sebagai pusat keunggulan untuk ilmu komputer, linguistik komputasional, dan kecerdasan buatan.
Charles bergabung dengan Departemen Basis Data dan Sistem Informasi, serta terintegrasi dengan International Max Planck Research School for Computer Science (IMPRS-CS) yang elit. Di lingkungan riset yang sangat kompetitif ini, ia tidak hanya bertahan tetapi justru berkembang pesat.
"Transisi dari Indonesia ke Jerman memang tidak mudah," ungkap Charles. "Standar akademisnya sangat tinggi, dan saya harus beradaptasi dengan cepat. Tapi fondasi problem-solving yang saya bangun di Untan sangat membantu."
Tesis yang Memecahkan Masalah Fundamental AI
Karya puncak Charles selama studi masternya adalah tesis berjudul "Part-Whole Commonsense Knowledge Harvesting from the Web" — sebuah penelitian yang menyerang salah satu bottleneck paling persisten dalam pengembangan Kecerdasan Buatan.
Dalam tesisnya, Charles berhasil:
- Menciptakan taksonomi baru untuk relasi Part-Whole (physicalPartOf, memberOf, substanceOf)
- Mengembangkan sistem disambiguasi berbasis WordNet untuk menghilangkan ambiguitas leksikal
- Merancang algoritma inferensi kardinalitas yang memungkinkan mesin melakukan penalaran kuantitatif
Tesis ini mendapat penilaian "very high quality" dan dipublikasikan untuk komunitas ilmiah global.
Publikasi di Konferensi Internasional Bergengsi
Pencapaian akademis Charles tidak berhenti di tesis. Ia berkontribusi pada proyek WebBrain — sebuah sistem pembelajaran saraf tiruan untuk pengetahuan commonsense berskala besar. Riset ini dipublikasikan di International Semantic Web Conference (ISWC) 2016, konferensi dengan tingkat penerimaan hanya 18%.
Kolaborasinya dengan tokoh-tokoh sentral dalam riset Graf Pengetahuan dunia seperti Gerard de Melo, Gerhard Weikum, Niket Tandon, dan Jiaqiang Chen menjadi bukti bahwa alumni Informatika Untan mampu bersaing di level tertinggi penelitian global.
Karier di Industri: Merekayasa Platform FinTech Bernilai Miliaran Euro
Setelah menyelesaikan pendidikan masternya, Charles memilih untuk menerapkan keahliannya di dunia industri. Ia bergabung dengan Traxpay GmbH, sebuah perusahaan FinTech yang berbasis di Frankfurt — jantung keuangan Eropa.
Traxpay bukan perusahaan FinTech biasa. Platform mereka memproses transaksi B2B bernilai lebih dari satu miliar Euro setiap tahunnya, dengan mitra investor sekelas Deutsche Bank.
Apa yang Charles Kerjakan di Traxpay?
Sebagai Software Developer, Charles berkontribusi pada pengembangan Dynamic Financing Platform — sebuah platform SaaS yang mengelola:
- Dynamic Discounting: Algoritma yang memungkinkan pembeli korporat menggunakan kelebihan kas mereka untuk mendapatkan diskon dari pemasok
- Supply Chain Finance: Sistem yang mengintegrasikan bank eksternal untuk menyediakan pembiayaan bagi pemasok
- Sustainable Supply Chain Finance: Program inovatif yang mengintegrasikan metrik ESG (Environmental, Social, and Governance) ke dalam sistem pembiayaan
"Di Traxpay, saya menerjemahkan konsep graf pengetahuan dan model probabilistik yang saya pelajari selama riset ke dalam arsitektur perangkat lunak yang mengelola pergerakan modal miliaran Euro," jelas Charles.
Pesan untuk Adik-Adik Mahasiswa Informatika Untan
Charles secara aktif membagikan informasi tentang peluang beasiswa di Saarland University kepada mahasiswa Indonesia. Ia percaya bahwa hambatan finansial seharusnya tidak menghalangi talenta-talenta berbakat untuk menembus panggung global.
"Fondasi yang kalian bangun di Informatika Untan itu sangat berharga. Kemampuan berpikir algoritmik dan memecahkan masalah yang diasah selama kuliah adalah bekal yang akan terus relevan di mana pun kalian berkarier.
Jangan takut bermimpi besar. Jika saya — yang memulai dari Pontianak — bisa sampai di Frankfurt dan berkontribusi di industri FinTech Eropa, kalian pun bisa. Yang penting adalah terus belajar, berani mengambil kesempatan, dan jangan pernah meremehkan kualitas pendidikan yang kalian terima di Untan."
Informasi Beasiswa
Bagi mahasiswa yang tertarik melanjutkan studi ke Jerman, Charles merekomendasikan untuk mengecek informasi beasiswa di Saarland University:
https://www.uni-saarland.de/en/studies/financing/scholarships.html
Artikel ini merupakan bagian dari seri People Stories Alumni Program Studi Informatika Universitas Tanjungpura, menampilkan perjalanan inspiratif para lulusan yang telah berkontribusi di berbagai bidang.
